PSIKOLOGI
PENDIDIKAN
Prestasi
12,
Juni 2015
Disusun
Oleh :
Neneng
Unsara 11140182000047
Program
Studi
ManajemenPendidikan
Fakultas
IlmuTarbiyah
dan
Keguruan
Universitas
Islam Negeri
Syarif
Hidayatullah
Jakarta
Pertanyaan
pemanasan Prestasi
-
Kata apa saja yang menggambarkan perasaan anda hari ini ?
Jawab
: sedih, dan galau
-
Bagaimana perasaan anda selama seminggu ini ?
Jawab
: sedih dan galau
-
Dari gambar ini apa yang aka terjadi ?
Jawab
: sedang istirahat
dan
apa yang akan terjadi ?
jawab
: sepi, menjadi anak-anak lagi, dan sering menangis lagi
-
Andai kata manusia tidak mengenal pakaian, apa yang terjadi ?
Jawab
: manusia itu akan lebih terlihat acak-acakan, karena seperti tidak
terurus, dan tidak terhormat
-
Bagaimana memperbaiki nilai kuliah yang jelek ?
Jawab
: belajar lebih giat lagi, terus semangat, positif thingking, dan
memperbanyak baca buku.
-
Melanjutkan cerita, “Perjuangan Sekumpulan Wanita Pengamen”
Pada
suatu hari, ada sekumpulan wanita-wanita yang sedang kelaparan,
mereka belum makan selama satu hari. Tiba-tiba mereka membeli makanan
kentang. Mereka mengamen dijalanan untuk membayar makanan yang telah
mereka beli tadi.
Pertanyaan-pertanyaan
audience
-
Andaikata manusia tidak memiliki prestasi, apa yang akan terjadi ?
-
Andaikata binatang bisa belajar, lalu memiliki prestasi dalam belajar, apa yang akan terjadi ?
-
Pengertian Prestasi Belajar
Dalam
proses belajar mengajar dikelas untuk mengetahui berhasil atau
tidaknya pembelajaran yang dicapai siswa harus dilakukan evaluasi
yang hasilnya berupa prestasi belajar siswa. Kata
prestasi belajar terdiri dari dua suku kata, yaitu ‘prestasi’ dan
‘belajar’. Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, yang dimaksud
dengan prestasi adalah: .Hasil yang telah dicapai (dilakukan,
dikerjakan dan sebagainya).
Dalam
rumusan H. Spears yang dikutip oleh Dewa Ketut Sukardi mengemukakan
bahwa belajar itu mencakup berbagai macam perbuatan mulai dari
mengamati, membaca, menurun, mencoba sampai mendengarkan untuk
mencapai suatu tujuan (Sukardi, 1983:17)1.
Selanjutnya,
definisi belajar yang diungkapkan oleh Cronbach di dalam
bukunya Educational
Psychology yang
dikutip oleh Sumardi Suryabrata menyatakan bahwa: belajar yang
sebaik-baiknya adalah dengan mengalami; dan dalam mengalami itu si
pelajar mempergunakan pancainderanya (Suryabrata, 2002:231)2.
Evaluasi
terhadap penilaian hasil dan proses belajar bertujuan untuk
mengetahui ketuntasan peserta didik dalam menguasai kompetensi dasar
yang telah ditetapkan. Nana Sudjana (2005:22) dalam bukunya
berpendapat bahwa “Hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang
dimiliki siswa setelah ia menerima pengalaman belajarnya.”Prestasi
belajar berasal dari kata “prestasi” dan “belajar”.
Dalam
Kamus Besar Bahasa Indonesia (2002: 895) prestasi adalah hasil yang
telah dicapai atau dilakukan, dikerjakan, dan sebagainya. Belajar
adalah proses penting bagi perubahan perilaku manusia dan ia mencakup
segala sesuatu yang dipikirkan dan dikerjakan. Belajar memegang
peranan penting di dalam perkembangan, kebiasaan, sikap, keyakinan,
tujuan, kepribadian dan persepsi manusi (Catharina, 2004: 4). Belajar
adalah merupakan suatu proses, suatu kegiatan dan bukan suatu hasil
atau tujuan. Belajar bukan hanya mengingat, akan tetapi lebih luas
daripada itu yaitu mengalami. Hasil belajar bukan suatu penguasaan
hasil latihan, melainkan perubahan kelakuan (Hamalik, 2001: 36).
Berdasarkan
definisi yang dikemukakan di atas, maka penulis dapat mengambil suatu
kesimpulan, bahwa belajar adalah suatu proses perubahan tingkah laku
yang merupakan sebagai akibat dari pengalaman atau latihan. Sedangkan
pengertian prestasi belajar sebagaimana yang tercantum dalam Kamus
Besar Bahasa Indonesia adalah: penguasaan pengetahuan atau
keterampilan yang dikembangkan oleh mata pelajaran, lazimnya
ditunjukan dengan nilai tes atau angka nilai yang diberikan oleh
guru. Prestasi belajar dapat bersifat tetap dalam serjarah kehidupan
manusia karena sepanjang kehidupannya selalu mengejar prestasi
menurut bidang dan kemampuan masing-masing. Prestasi belajar dapat
memberikan kepuasan kepada orang yang bersangkutan, khususnya orang
yang sedang menuntut ilmu di sekolah.
-
Kegunaan dan Fungsi Prestasi Belajar
Untuk
mengetahui seberapa jauh prestasi belajar telah dicapai peserta
didik, maka diadakan kegiatan evaluasi pembelajaran. Evaluasi
pembelajaran merupakan kegiatan yang dilakukan secara sistematis
dengan mengumpulkan bukti-bukti untuk menentukan keberhasilan
belajar. Oemar Hamalik (2001:159) dalam bukunya menyatakan tentang
evaluasi hasil belajar merupakan Keseluruhan kegiatan pengukuran
(pengumpulan data dan informasi), pengolahan, penafsiran, dan
pertimbangan untuk membuat keputusan tentang tingkat hasil belajar
yang dicapai oleh siswa setelah melakukan kegiatan dalam upaya
mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Tujuan
diadakannya kegiatan evaluasi adalah untuk mengetahui keefektifan dan
keberhasilan kegiatan belajar mengajar sehingga dalam pelaksanaannya
evaluasi harus dilakukan secara terus-menerus baik itu pada awal,
pada saat berlangsungnya kegiatan belajar mengajar maupun pada akhir
tatap muka kegiatan belajar mengajar. Evaluasi pada umumnya digunakan
untuk menilai dan mengukur hasil belajar peserta didik, terutama
hasil yang berkenaan dengan penguasaan bahan pengajaran sesuai dengan
tujuan pendidikan dan pengajaran. Zainal Arifin (1991:2) mengemukakan
fungsi utama prestasi belajar antara lain:
-
Prestasi belajar sebagai indikator kualitas dan kualitas pengetahuan yang telah dikuasai anak didik.
-
Prestasi belajar sebagai lambang pemuasan hasrat ingin tahu
-
Prestasi belajar sebagai bahan informasi dalam inovasi pendidikan
-
Prestasi belajar sebagai indikator intern dan ekstern dari suatu institusi pendidikan
-
Prestasi belajar dapat dijadikan indikator terhadap daya serap (kecerdasan) anak didik.
Berdasarkan
pendapat tersebut, maka dapat diketahui bahwa betapa pentingnya
mengetahui prestasi belajar siswa, baik individual maupun kelompok
karena prestasi belajar tidak hanya sebagai indikator keberhasilan,
dan juga berguna bagi guru yang bersangkutan sebagai umpan balik
dalam melaksanakan pembelajaran dikelas apakah akan diadakan
perbaikan dalam proses belajar mengajar ataupun tidak.
-
Evaluasi Prestasi Belajar
Prestasi
belajar meliputi segenap ranah kejiwaan yang berubah sebagai akibat
dari pengalaman dan proses belajar siswa yang bersangkutan.prestasi
belajar dapat dinilai dengan :
-
Penilaian formatif. Penilaian formatif adalah kegiatan penilaian yang bertujuan untuk mencari umpan balik (feedback), yang selanjutnya hasil penilaian tersebut dapat digunakan untuk memperbaiki proses belajar-mengajar yang sedang atau yang sudah dilaksanakan.
-
Penilaian Sumatif. Penilaian sumatif adalah penilaian yang dilakukan untuk memperoleh data atau informasi sampai dimana penguasaan atau pencapaian belajar siswa terhadap bahan pelajaran yang telah dipelajarinya selama jangka waktu tertentu.3
-
Jenis-Jenis Prestasi Belajar
Pada
prinsipnya, pengungkapan hasil belajar ideal meliputi segenap ranah
psikologis yang berubah sebagai akibat pengalaman dan proses belajar
siswa. Kunci pokok untuk memperoleh ukuran dan data hasil belajar
siswa adalah mengetahui garis-garis besar indikator (penunjuk adanya
prestasi belajar) dikaitkan dengan jenis-jenis prestasi yang hendak
diukur (Muhibbin Syah, 1999:150).
Dalam
sebuah situs yang membahas Taksonomi Bloom, dikemukakan mengenai
teori Bloom yang menyatakan bahwa, tujuan belajar siswa diarahkan
untuk mencapai ketiga ranah. Ketiga ranah tersebut adalah ranah
kognitif, afektif dan psikomotorik. Dalam proses kegiatan belajar
mengajar, maka melalui ketiga ranah ini pula akan terlihat tingkat
keberhasilan siswa dalam menerima hasil pembelajaran
atau ketercapaian siswa dalam penerimaan pembelajaran. Maka
Untuk lebih spesifiknya, penulis akan akan menguraikan ketiga ranah
kognitif, afektif dan psikomotorik sebagai yang terdapat dalam teori
Bloom berikut:
-
Cognitive Domain (Ranah Kognitif)
Cognitive
Domain berisi perilaku-perilaku yang menekankan aspek
intelektual, seperti pengetahuan, pengertian, dan keterampilan
berpikir Bloom membagi domain kognisi ke dalam 6 tingkatan. Domain
ini terdiri dari dua bagian: Bagian pertama adalah berupa Pengetahuan
(kategori 1) dan bagian kedua berupa Kemampuan dan Keterampilan
Intelektual (kategori 2-6).
-
Pengetahuan (Knowledge). Berisikan kemampuan untuk mengenali dan mengingat peristilahan, definisi, fakta-fakta, gagasan, pola, urutan, metodologi, prinsip dasar dan sebagainya Pengetahuan juga diartikan sebagai kemampuan mengingat akan hal-hal yang pernah dipelajaridan disimpan dalam ingatan4.
-
Pemahaman (Comprehension).Pemahaman didefinisikan sebagai kemampuan untuk menangkap makna dan arti yang dari bahan yang dipelajari (Winkel, 1996:247). Pemahaman juga dikenali dari kemampuan untuk membaca dan memahami gambaran, laporan, tabel, diagram, arahan, peraturan dan sebagainya.
-
Aplikasi (Application). Aplikasi atau penerapan diartikansebagai kemampuan untuk menerapkan suatu kaidah atau metode bekerja pada suatu kasus atau problem yang konkret dan baru (Winkel, 1996:247). Di tingkat ini, seseorang memiliki kemampuan untuk menerapkan gagasan, prosedur metode, rumus, teori, dan sebagainya di dalam kondisi kerja.
-
Analisis (Analysis). Analisis didefinisikan sebagai kemampuan untuk merinci suatu kesatuan ke dalam bagian-bagian, sehingga struktur keseluruhan atau organisasinya dapat dipahami dengan baik.
-
Sintesis (Synthesis). Sintesis diartikan sebagai kemampuan untuk membentuk suatu kesatuan atau pola baru. Mampu mengenali data atau informasi yang harus didapat untuk menghasilkan solusi yang dibutuhkan.
-
Evaluasi (Evaluation). Evaluasi diartikan sebagai kemampuan untuk membentuk suatu pendapat mengenai sesuatu atau beberapa hal, bersama dengan pertanggungjawaban pendapat itu, yang berdasarkan kriteria tertentu.
-
Affective Domain (Ranah Afektif)
Affective
Domain berisi perilaku-perilaku yang menekankan aspek perasaan
dan emosi, seperti minat, sikap, apresiasi, dan cara penyesuaian
diri. Tujuan pendidikan ranah afektif adalah hail belajar atau
kemampuan yang berhubungan dengan sikap atau afektif. Taksonomi
tujuan pendidikan ranah efektif terdiri dari aspek :
-
Penerimaan (Receiving/Attending). Penerimaan mencakup kepekaan akan adanya suatu perangsang dan kesediaan untuk memperhatikan rangsangsangan itu, seperti buku pelajaran atau penjelasan yang diberikan oleg guru.
-
Tanggapan (Responding). Memberikan reaksi terhadap fenomena yang ada di lingkungannya. Meliputi persetujuan, kesediaan, dan kepuasan dalam memberikan tanggapan.
-
Penghargaan (Valuing). Penghargaan ataua penilaian mencakup kemampuan untuk memberikan penilaian terhadap sesuatu dan membawa diri sesuai dengan penilaian itu. Mulai dibentuk suatu sikap menerima. Menolak/mengabaikan sikap itu dinyatakan dalam tingkah laku yang sesuai dengan konsisten dengan sikap batin.
-
Pengorganisasian (Organization). Memadukan nilai-nilai yang berbeda, menyelesaikan konflik di antaranya, dan membentuk suatu sistem nilai yang konsisten.
-
Karakterisasi Berdasarkan Nilai-nilai (Characterization by a Value or Value Complex) Memiliki sistem nilai yang mengendalikan tingkah-lakunya sehingga menjadi karakteristik gaya-hidupnya5.
-
Psychomotor Domain (Ranah Psikomotor)
Berisi
perilaku-perilaku yang menekankan aspek keterampilan motorik seperti
tulisan tangan, mengetik, berenang, dan mengoperasikan mesin. Alisuf
Sabri dalam buku Psikologi Pendidikan menjelaskan, keterampilan ini
disebut motoric karena keterampilan ini melibatkan secara langsung
otot, urat dan persendian, sehingga keterampilan benar-benar berakar
pada kejasmanian.
Ciri
khas dari keterampilan motorik ini ialah adanya kemampuan otomatisme,
yaitu gerakan-gerik yang terjadi berlangsung secara teratur dan
berjalan dengan enak, lancar dan luwes tanpa harus disertai pikiran
tentang apa yang harus dilakukan dan mengapa hal itu dilakukan.
Keterampilan
motorik lainnya yang kaitannya dengan pendidikan agama ialah
keterampilan membaca dan menulis huruf Arab, keterampilan membaca dan
melagukan ayat-ayat Al-Qur.an, keterampilan melaksanakan
gerakan-gerakan shalat. Semua jenis keterampilan tersebut diperoleh
melalui proses belajar dengan prosedur latihan (Sabri, 1996:99-100).
-
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar
-
Faktor Internal (faktor dari dalam siswa)
yakni
keadaan atau kondisi jasmani dan rohani siswa,meliputi dua aspek
yaitu :
-
Aspek Fisiologis. Kondisi umum jasmani dan tonus (tegangan otot) yang menandai tingkat kebugaran organ-organ tubuh dan sendi-sendinya, dapat mempengaruhi semangat dan intensitas siswa dalam mengikuti pelajaran.
-
Aspek Psikologis. Banyak faktor yang termasuk aspek psikologis yang dapat mempengaruhi kuantitas dan kualits perolehan pembelajaran siswa. Namun, di antara faktor-faktor rohaniah siswa yang pada umumnya dipandang lebih esensial itu adalah sebagai berikut:
-
Tingkat kecerdasan atau intelegensi siswa. Semakin tinggi kemampuan intelegensi seorang siswa mak semakin besar peluangnya untuk memperoleh sukses.
-
Sikap siswa. Dalam hal ini sikap yang akan menunjang belajar seseorang ialah sikap poitif (menerima) terhadap bahan atau pelajaran yang akan dipelajari, terhadap guru yang mengajar dan terhadap lingkungan tempat dimana ia belajar seperti: kondisi kelas, teman-temannya, sarana pengajaran dan sebagainya (Sabri, 1996:84).
-
Bakat Siswa. Sebetulnya setiap orang mempunyai bakat dalam arti berpotensi untuk mencapai prestasi sampai ke tingkat tertentu sesuai dengan kapasitas masing-masing. Itulah sebabnya seorang anak yang berintelegensi sangat cerdas (superior) atau cerdas luar bisa (very superior) disebut juga sebagai gifted, yakni anak berbakat intelektual.
-
Minat siswa. Secara sederhana minat (interest) berarti kecenderungan dan kegairahan yang tinggi seseorang terhadap sesuatu. Minat dapat mempengaruhi kualitas pencapaian hasil belajar siswa dalam bidang-bidang studi tertentu (Muhibbin Syah, 1999:136).
-
Factor Eksternal (factor dari luar diri siswa), terdiri dari faktor lingkungan dan faktor instrumental sebagai berikut:
-
Faktor-faktor Lingkungan. Faktor lingkungan siswa ini dapat dibagi menjadi dua bagian :
yaitu:
faktor lingkungan alam/non sosial dan faktor lingkungan sosial. Yang
termasuk faktor lingkungan non sosial/alami ini ialah seperti:
keadaan suhu, kelembaban udara, waktu (pagi, siang, malam), tempat
letak gedung sekolah, dan sebagainya. Faktor lingkungan sosial baik
berwujud manusia dan representasinya termasuk budayanya akan
mempengaruhi proses dan hasil belajar siswa.
-
Faktor-faktor Instrumental. Faktor instrumental ini terdiri dari gedung/sarana fisik kelas.
-
Sarana/alat pengajaran, media pengajaran, guru dan kurikulum/materi pelajaran serta strategi belajar mengajar yang digunakan akan mempengaruhi proses dan hasil belajar siswa (Sabri, 1996:59-60).
Faktor-faktor
di atas saling mempengaruhi satu sama lain. Misalnya: Seorang siswa
yang conserving terhadap
ilmu pengetahuan biasanya cenderung mengambil pendekatan yang
sederhana dan tidak mendalam. Sebaliknya seorang siswa yang memiliki
kemampuan intelegensi yang tinggi (faktor Iternal) dan mendapat
dorongan positif dari orang tua atau gurunya (faktor eksternal) akan
lebih memilih pendekatan belajar yang lebih mementingkan kualitas
hasil belajar.
-
Faktor pendekatan belajar
Selain
faktor internal dan faktor eksternal, faktor pendekatan belajar juga
mempengaruhi keberhasilan dalam proses pembelajaran. Menurut hasil
penelitian Biggs (1991) dalam Muhibbin Syah (2008:139) memaparkan
bahwa pendekatan belajar dikelompokkan jadi 3 yaitu pendekatan
surface
(permukaan/bersifat
lahiriah dan dipengaruhi oleh faktor luar), pendekatan deep
(mendalam
dan datang dari dalam diri individu), dan pendekatan achieving
(pencapaian
prestasi tinggi/ambisi pribadi).
Menurut Djaali, H. dalam sebuah bukunya berjudul Psikologi Pendidikan
pada tahun 2007, yaitu:
-
Factor dalam Diri Siswa
-
Kesehatan
Apabila kesehatan anak terganggu dengan sering sakit kepala, pilek, deman dan lain-lain, maka hal ini dapat membuat anak tidak bergairah untuk mau belajar. Secara psikologi, gangguan pikiran dan perasaan kecewa karena konflik juga dapat mempengaruhi proses belajar. -
Intelegensi
Faktor intelegensi dan bakat besar sekali pengaruhnya terhadap kemampuan belajar anak. Menurut Gardnerdalam teori Multiple Intellegence, intelegensi memiliki tujuh dimensi yang semiotonom, yaitu linguistik, musik, matematik logis, visual spesial, kinestetik fisik, sosial interpersonal dan intrapersonal. -
Minat dan motivasi
Minat
yang besar terhadap sesuatu terutama dalam belajar akan mengakibatkan
proses belajar lebih mudah dilakukan. Motivasi merupakan dorongan
agar anak mau melakukan sesuatu. Motivasi bisa berasal dari dalam
diri anak ataupun dari luar lingkungan
-
Cara belajar
Perlu
untuk diperhatikan bagaimana teknik belajar, bagaimana bentuk catatan
buku, pengaturan waktu belajar, tempat serta fasilitas belajar.
-
Faktor dari Lingkungan
-
Keluarga
Situasi keluarga sangat berpengaruh pada keberhasilan anak. Pendidikan orangtua, status ekonomi, rumah, hubungan dengan orangtua dan saudara, bimbingan orangtua, dukungan orangtua, sangat mempengaruhi prestasi belajar anak. -
Sekolah
Tempat, gedung sekolah, kualitas guru, perangkat kelas, relasi teman sekolah, rasio jumlah murid per kelas, juga mempengaruhi anak dalam proses belajar. -
Masyarakat
Apabila masyarakat sekitar adalah masyarakat yang berpendidikan dan moral yang baik, terutama anak-anak mereka. Hal ini dapat sebagai pemicu anak untuk lebih giat belajar. -
Lingkungan
Bangunan rumah, suasana sekitar, keadaan lalu lintas dan iklim juga dapat mempengaruhi pencapaian tujuan belajar.
-
Indikator Prestasi Belajar
Menurut
Muhibbin Syah (2008:150) “Pengungkapan hasil belajar meliputi
segala ranah psikologis yang berubah sebagai akibat pengalaman dan
proses belajar siswa”. Namun demikian pengungkapan perubahan
tingkah laku seluruh ranah, khususnya ranah afektif sangat sulit.Hal
ini disebabkan perubahan hasil belajar itu ada yang bersifat
intangible
(tidak
dapat diraba).
Kunci
pokok untuk memperoleh ukuran dan data hasil belajar siswa adalah
garis-garis besar indikator dikaitkan dengan jenis prestasi yang
hendak diungkapkan atau diukur. Di bawah ini adalah tabel yang
menunjukan jenis, indikator dan cara evaluasi belajar:6
Tabel
1 : Jenis, Indikator dan Cara Evaluasi Prestasi
Ranah/Jenis Prestasi Indikator Cara Evaluasi A. Ranah Kognitif
1. Pengamatan
1. dapat menunjukkan2. dapat membandingkan3. dapat menghubungkan
1. tes lisan2. tes tertulis3. observasi2. Ingatan
1. dapat menyebutkan2. dapat menunjukanKembali
1. tes lisan2. tes tertulis3. observasi3. Pemahaman1. dapat menjelaskan2. dapat mendefinisikandengan lisan sendiri1. tes lisan2. tes tertulis3. Pemahaman4. Penerapan5.Analisis (pemeriksaan dan pemilahan secara teliti)6. Sintesis (membuat panduan baru dan utuh)1. dapat menjelaskan2. dapat mendefinisikandengan lisan sendiridapat memberikancontoh2. dapat menggunakansecara tepat1. dapat menguraikan2. dapatMengklasifikasikan1. dapat menghubungkan2. dapat menyimpulkan3.dapat menggeneralisasi1. tes lisan2. tes tertulis1. tes tertulis2. pemberiantugas3. observasi1. tes tertulis2. pemberian tugas1. tes tertulis2. pemberian tugasB. Ranah Rasa/Afektif1. Penerimaan1. menunjukan sikapmenerima2. menujukan sikapmenolak1. tes tertulis2. tes skala sikap3. observasi2. Sambutan1. kesediaanberpartisipasi/terlibat2.kesediaan memanfaatkan1. tes tertulis2. tes skala sikap3. observasi3. Apresiasi (sikapmenghargai)4. Internalisasi(pendalaman)5.Karakteristik (penghayatan)1.menganggap penting dan bermanfaat2. menganggap indah danharmonis3. mengagumi1.mengakui dan meyakini2. mengingkari1. melembagakan ataumeniadakan2. menjelmakan dalampribadi dan perilakusehari-hari1. tes skalapenilaian/sikap2. pemberian tugas3. observasi1. tes skala sikap2. pemberian tugasekspresif (yang menyatakan sikap) dan proyektif (yangmenyatakan perkiraan ramalan)3. observasi1. pemberian tugasekspresif dan proyektif2. observasiRanah/Jenis PrestasiIndikatorCara EvaluasiC. Ranah Karsa/Psikomotor1. Keterampilanbergerak danbertindak1. mengkoordinasikangerak mata, tangan, kakidan anggota tubuhlainnya1. observasi2. tes tindakan2. Kecakapan ekspresiverbal dan nonverbal1. mengucapkan2. membuat mimik dangerakan jasmani1. tes lisan2. observasi3. tes tindakan7
Prestasi
dan Evaluasi Belajar Manajemen Pendidikan
Pada Jurusan Manajemen Pendidikan, terdapat salah satu mata kuliah yang sesuai dengan nama jurusan, yaitu Manajemen Pendidikan. Manajemen Pendidikan disini mempelajari tentang bagaimana cara memanajemen dalam bidang pendidikan. Manajemen Pendidikan adalah ilmu yang mempelajari tentang cara mengatur sebuah lembaga atau struktur yang berkaitan dengan pendidikan, sehingga pendidikan tersebut terorganisir atau terstruktur dengan baik, dan pendidikan berjalan dengan lancar sesuai tujuan yang telah ditentukan. Sistem pembelajaran terdiri dari penilaian dan proses belajar mengajar yang dilakukan oleh dosen pengampu sebagai penunjang dalam proses pembelajaran dengan menggunakan model tes lisan pada ujian tengah semester dan pada ujian akhir semester, serta presentasi materi dari setiap kelompok. Untuk penilaian terdiri atas 40% nilai formatif, 30% nilai ujian tengah semester dan 30% nilai ujian akhir semester.
Pada Jurusan Manajemen Pendidikan, terdapat salah satu mata kuliah yang sesuai dengan nama jurusan, yaitu Manajemen Pendidikan. Manajemen Pendidikan disini mempelajari tentang bagaimana cara memanajemen dalam bidang pendidikan. Manajemen Pendidikan adalah ilmu yang mempelajari tentang cara mengatur sebuah lembaga atau struktur yang berkaitan dengan pendidikan, sehingga pendidikan tersebut terorganisir atau terstruktur dengan baik, dan pendidikan berjalan dengan lancar sesuai tujuan yang telah ditentukan. Sistem pembelajaran terdiri dari penilaian dan proses belajar mengajar yang dilakukan oleh dosen pengampu sebagai penunjang dalam proses pembelajaran dengan menggunakan model tes lisan pada ujian tengah semester dan pada ujian akhir semester, serta presentasi materi dari setiap kelompok. Untuk penilaian terdiri atas 40% nilai formatif, 30% nilai ujian tengah semester dan 30% nilai ujian akhir semester.
Pada
tes lisan dalam ujian tengah semester dan akhir semester itu sama
saja prosesnya, yaitu dosen memberikan pertanyaan mengenai materi
yang diujikan. Sebelumnya dosen bertanya terlebih dahulu materi apa
yang telah dikuasai oleh mahasiswa, kemudian mahasiswa menjelaskan
layaknya presentasi dihadapan dosen tersebut, dan menjawab sedikit
pertanyaan-pertanyaan dari dosen tersebut. Tes lisan yang dilakukan
dosen terhadap mahasiswanya itu untuk mengetahui kualitas diri pada
masing-masing mahasiswa secara lebih spesifik. Tidak ada kerja sama
dalam prosesnya, namun dituntut untuk bekerja dan berusaha secara
individu. Tes lisan dapat menghabiskan waktu yang lebih banyak
dibandingkan tes tulis. Mahasiswa menganggap tes lisan sebagai suatu
hal yang menegangkan, karena prosesnya dilakukan secara langsung
dengan bertatap muka antara mahasiswa dan dosen. Kurangnya persiapan
dan grogi atau gemetar dapat menyebabkan kelupaan sejenak pada materi
yang akan diujikan. Prestasi belajar yang diraih setelah mempelajari
Manajemen Pendidikan selama satu semester ialah dapat menambah
wawasan ilmu mengenai bagaimana cara memanaj yang baik, apalagi dalam
bidang pendidikan. Adapun cara meningkatkat belajar MP yaitu, dengan
sering membaca buku, memperbanyak mencari pengalaman, dan sering
melakukan tanya jawab dengan dosen atau pada saat diskusi.
Pelaksanaan
Evaluasi disini, dilakukan dengan melihat dari hasil penilaian dan
proses belajarnya yang bertujuan untuk mengetahui ketuntasan peserta
didik dalam menguasai kompetensi dasar yang telah ditetapkan. Nana
Sudjana (2005:22) dalam bukunya berpendapat bahwa “Hasil belajar
adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia menerima
pengalaman belajarnya. Oemar Hamalik (2001:159) dalam bukunya
menyatakan tentang evaluasi hasil belajar merupakan Keseluruhan
kegiatan pengukuran (pengumpulan data dan informasi), pengolahan,
penafsiran, dan pertimbangan untuk membuat keputusan tentang tingkat
hasil belajar yang dicapai oleh siswa setelah melakukan kegiatan
dalam upaya mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan.
Tujuan diadakannya kegiatan evaluasi adalah untuk mengetahui
keefektifan dan keberhasilan kegiatan belajar mengajar sehingga dalam
pelaksanaannya evaluasi harus dilakukan secara terus-menerus baik itu
pada awal, pada saat berlangsungnya kegiatan belajar mengajar maupun
pada akhir tatap muka kegiatan belajar mengajar. Evaluasi pada
umumnya digunakan untuk menilai dan mengukur hasil belajar peserta
didik, terutama hasil yang berkenaan dengan penguasaan bahan
pengajaran sesuai dengan tujuan pendidikan dan pengajaran.
Ayat
Mengenai Prestasi Belajar
Q.s
Ali-Imran: 191
191.
(yaitu)
orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam
keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan
bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau
menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah
kami dari siksa neraka.
Q.s
At-Taubah : 122
وَمَا
كَانَ الْمُؤْمِنُونَ لِيَنْفِرُوا
كَافَّةً فَلَوْلا نَفَرَ مِنْ كُلِّ
فِرْقَةٍ مِنْهُمْ طَائِفَةٌ لِيَتَفَقَّهُوا
فِي الدِّينِ وَلِيُنْذِرُوا قَوْمَهُمْ
إِذَا رَجَعُوا إِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ
يَحْذَرُونَ
“Tidak
sepatutnya bagi orang-orang yang Mukmin itu, (untuk) pergi semuanya
(ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di
antara mereka?, beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka,
tentang agama, dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya, apabila
mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga
diri-nya." – (QS.9:122)
Q.s
Al-Insyirah : 5-8
(5)
Karena
sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. (6)
sesungguhnya
sesudah kesulitan itu ada kemudahan. (7)
Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah
dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain. (8) dan hanya kepada
Tuhanmulah hendaknya kamu berharap.
SIMPULAN
Kemampuan
intelektual sangat mempengaruhi keberhasilan belajar seseorang yang
terlihat dari prestasi belajar yang didapat. Untuk mengetahui
prestasi tersebut perlu diadakan evaluasi dengan tujuan mengetahui
kemampuan seseorang setelah mengikuti prosespembelajaran. Prestasi
belajar tidak dapat dipisahkan dari kegiatanbelajar karena prestasi
belajar adalah hasil dari kegiatan belajar yangmerupakan proses
pembelajaran.
Prestasi
belajar merupakan tingkat keberhasilan dalam proses pembelajaran
setelah melalui tahap tes yang dinyatakan dalam bentuk nilai berupa
angka. Prestasi belajar dapat diketahui setelah melakukan evaluasi
dan evaluasi dapat memperlihatkan tentang tinggi atau rendahnya
prestasi belajar.
Faktor
yang Mempengaruhi Prestasi Belajar
yaitu Faktor
Internal (faktor dari dalam siswa) dan factor eksternal (factor dari
luar diri siswa) dan factor pendekatan belajar. Untuk mengetahui
seberapa jauh prestasi belajar telah dicapai peserta didik, maka
diadakan kegiatan evaluasi pembelajaran. Evaluasi pembelajaran
merupakan kegiatan yang dilakukan secara sistematis dengan
mengumpulkan bukti-bukti untuk menentukan keberhasilan belajar
Kunci
pokok untuk memperoleh ukuran dan data hasil belajar siswa adalah
garis-garis besar indikator dikaitkan dengan jenis prestasi yang
hendak diungkapkan atau diukur
DAFTAR
PUSTAKA
Sukardi,
Dewa Ketut. Bimbingan
dan Penyuluhan Belajar di Sekolah. Surabaya:
Usaha
Nasional. 1983.
Suryabrata,
Sumardi. Psikologi
Pendidikan,
Jakarta: PT. Raja Grafindi Persada. 2002.
Purwanto,
M Ngalim. Prinsip-Prinsip
dan Teknik Evaluasi Pengajaran. Bandung:
PT. Remaja Rosdakarya. 2001.
Winkel,
W. S. Psikologi
Pengajaran. Jakarta:
PT Gramedia. 1999.
Syah,
Muhibin. Psikologi
Pendidikan Dengan Pendekatan Baru.
Bandung: PT.Remaja Rosda karya. 2004.
Abin
Syamsudin. Psikologi
Kependidikan. Bandung
: PT. Remaja Rosdakarya. 2009.
3 Purwanto,
M. Ngalim. 2001. Prinsip-Prinsip
dan Teknik Evaluasi Pengajaran, Bandung:
PT. Remaja Rosdakarya
6 Muhibin
Syah.(2004).Psikologi Pendidikan Dengan Pendekatan Baru. Bandung:
PT.Remaja Rosda karya.
7 Abin
Syamsudin. (2009). Psikologi
Kependidikan.Bandung
: PT. Remaja Rosdakarya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar