Minggu, 26 April
2015
Sebuah disiplin ilmu psikologi yang berkaitan dengan
teori dan masalah kependidikan.
Disusun Oleh :
Neneng Unsara
11140182000047
Program Studi Manajemen Pendidikan
Fakultas IlmuTarbiyah dan Keguruan
Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah
Jakarta
2015
Definisi Psikologi Pendidikan
Menurut Witherington, dalam bukunya Educational
Psychology terjemahan M. Buchori (1978) memberikan definisi psikologi
pendidikan sebagai A systematic study of the process and factors involved in
the educational of human being is called educational psychology, yakni
bahwa psikologi pendidikan adalah studi sistematis tentang proses-proses dan
factor-faktor yang berhubungan dengan pendidikan manusia. Istilah “proses”
dalam definisi tersebut sesungguhnya amat sulit dipahami substansinya (watak
isinya), karena sifatnya abstrak. Oleh sebab itu, menurut sebagian ahli
definisi yang langsung menyebutkan penyelidikan terhadap proses belajar atau
mengajar akan lebih pas jika diganti dengan manusia yang belajar atau mengajar.
Apabila sedang mempelajari atau memantau seorang siswa yang sedang berpikir
untuk memecahkan masalah matematika misalnya, maka yang harus dipelajari
sesungguhnya adalah siswa tersebut, bukan prosesnya karena proses memikirkan
soal matematika tersebut tak mungkin dapat dipelajari, lebih-lebih jika secara
langsung. Jadi dapat disimpulkan bahwa siswa tersebut sedang berpikir
(memecahkan soal-soal matematika) dari fenomena (gejala-gejala) yang tampak
pada diri siswa yang sedang dipantau itu. Menurut saya pada definisi ini sangat
baik dan jelas, bahwa psikologi pendidikan itu mempelajari secara berurutan
mengenai bagaimana manusia tersebut menjalani sebuah proses belajar dan
factor-faktor apa saja yang berhubungan dengan pendidikan manusianya, sehingga
kita dapat lebih memusatkan perhatian pada perbuatan orang-orang yang belajar
dan mengajar.
Manfaat lain dari belajar Psikologi
Pendidikan
Setiap ilmu pastinya memiliki manfaat, khususnya psikologi
pendidikan. Pada dasarnya orang mempelajari
psikologi untuk menjadikan manusia agar hidupnya baik dan bahagia. Dengan
psikologi, manusia tidak ragu-ragu lagi mengubah cara hidup, tingkah laku dan
pergaulan dalam masyarakat. Mempelajari psikologi dalam kehidupan tidak hanya
berguna bagi orang tua dan guru dalam memberikan pendidikan kepada anak sesuai
dengan tahap perkembangannya, tapi juga berguna ketika kita memahami diri kita
sendiri. Adapun manfaat dari mempelajari psikologi pendidikan, yaitu:
- Dapat memberikan layanan, bantuan, dan
bimbingan yang tepat
- Dapat mengantisipasi kemungkinan2 timbulnya
kesulitan belajar peserta
- Dapat mempertimbangkan waktu yang tepat dalam
memulai aktivitas proses belajar mengajar
- Dapat menemukan dan menetapkan tujuan-tujuan
pengajaran
- Mampu membantu memecahkan permasalahan siswa
dalam belajar
- Memudahkan penerapan pengetahuan, pendekatan,
dan komunikasi kepada anak didik
- Membantu menciptakan suasana edukatif dan
efektif
- Dapat menyusun program pengajaran yang sesuai
dengan masa perkembangan peserta didik
- Dapat dengan mudah memilih metode-metode
pembelajaran dan pengajaran yang tepat untuk digunakan
Metode Mempelajari Psikologi
Pendidikan
Dalam ilmu psikologi pendidikan terdapat empat belas metode yaitu
metode ceramah, metode diskusi, metode demonstrasi, metode ceramah plus, metode
resitasi, metode eksperimental, metode study tour, metode pengajaran beregu,
peer teaching method, metode pemecahan masalah, project method, taileren
method, metode global. Menurut saya metode yang mudah dipahami untuk
mempelajari psikologi pendidikan adalah metode diskusi. Metode ini menuntut
siswa untuk aktif, sehingga siswa selalu mengulang atau menambah wawasan
sebelum pelajaran dimulai. Metode diskusi adalah proses perlibatan dua orang
peserta atau lebih untuk berinteraksi saling bertukar pendapat, dan saling
mempertahankan pendapat dalam pemacahan masalah sehingga didapatkan kesepakatan
diantara mereka. Pembelajaran ini bersifat interaktif. (Gagne & Briggs
1979:251)
Pertumbuhan dan Perkembangan
Sejak kehidupan sudah mulai, pada saat terjadinya penyerbukan
terhadap ovum manusia, individu itu terus berubah-ubah secara teratur dan
progresif sebagai akibat dari pengaruh-pengaruh yang datang dari lingkungan.
Perubahan ini biasanya dianggap sebagai pertumbuhan. Pertumbuhan berarti perubahan
kuantitatif yang mengacu pada jumlah, besar, dan luas yang bersifat konkret. Pertumbuhan
juga dapat berarti sebuah tahapan perkembangan. Perkembangan ialah proses
perubahan kualitatif yang mengacu pada mutu fungsi organ-organ jasmaniah, bukan
organ-organ jasmaniah itu sendiri, yang berarti perkembangan itu terletak pada
penyempurnaan fungsi psikologis yang disandarkan oleh organ-organ fisik. Dalam
mempelajari pertumbuhan dan perkembangan terdapat bagian yang menyenangkannya
yaitu ketika kita mempelajari bagaimana pertumbuhan dan perkembangan sewaktu
kecil hingga sekarang, sehingga membuat kita ingat kembali bagaimana ukuran
tinggi badan, berat badan, tingkah laku, dan pola pikir kita yang masih
sederhana diwaktu kecil. Kemudian dengan kita mengingat hal tersebut, membuat
kita sadar bahwa kita telah mengalami banyak perubahan sewaktu kecil hingga
sekarang dan itu merupakan hal yang patut di syukuri. Pertumbuhan pada dasarnya
hanya terjadi sampai manusia mencapai kematangan fisik, artinya orang tidak
akan bertambah tinggi atau besar jika batas petumbuhan tubuhnya telah mencapai
tingkat kematangan pada usia tertentu. Sedangkan perkembangan akan berlanjut
terus hingga manusia mengakhiri hayatnya.
Teori Belajar
Menurut Burner,
teori yang disebutnya free discovery learning. Teori ini
menjelaskan bahwa proses belajar akan berjalan dengan baik dan kreatif jika
guru memberi kesempatan kepada siswa untuk menemukan suatu aturan (termasuk
konsep, teori, definisi, dan sebagainya) melalui contoh-contoh yang
menggambarkan aturan yang menjadi sumbernya. Siswa dibimbing secara induktif
untuk mengetahui kebenaran umum. Misalnya, untuk pertama kali memahami konsep
“kedisiplinan”, siswa tidak harus mengahafal definisi kata tersebut , tetapi
mempelajari contoh-contoh konkret tentang perilaku yang menunjukan kedisiplinan
dan yang tidak, dari contoh-contoh itulah siswa dibimbing untuk mendefinisikan
kata kedisiplinan. Kebalikan dari pendekatan ini disebut “belajar
ekspositori” (belajar dengan menjelaskan). Siswa diberikan suatu informasi umum
dan diminta untuk mencari contoh-contoh khusus dan konkret yang dapat
menggambarkan makna dari informasi tersebut, proses belajar ini berjalan secara
deduktif. Teori ini menurut saya sangat efektif karena proses belajar, bukan
hanya sekedar teori atau ceramah saja, tapi dapat menggambarkan atau memberikan
contoh yang nyata dalam kehidupan, sehingga mudah diingat dan dipahami.
Multiple Intelligence
Intelligensi merupakan sesuatu yang tidak bisa diukur secara
langsung, berbeda dengan berat, tinggi badan, dan usia yang dapat diukur atau
diketahui secara langsung. Beberapa pakar mendeskripsikan intelligensi sebagai
keahlian untuk memecahkan masalah (problem-solving), yang lainnya
mendeskripsikannya sebagai kemampuan untuk beradaptasi dan belajar dari
pengalaman hidup sehari-hari. Sehingga kita dapat menyimpulkan bahwa Intelligensi
adalah keahlian memecahkan masalah dan kemampuan untuk beradaptasi pada, dan
belajar dari, pengalaman hidup sehari-hari. Tetapi, bahkan definisi yang luas
ini tidak memuaskan semua orang, karena intelligensi adalah konsep yang abstrak
dan luas, maka tidak mengherankan jika ada banyak definisi. Multiple
intelligence terbagi menjadi 8 bagian menurut Howard Gardner (1983, 1993, 2002) yaitu:
Linguistik, Logical-Matematikal, Visual Spasi (Spasial), Intrapersonal,
Musikal, Kinestetik, Interpersonal, dan naturalis, yang masing-masingnya
memiliki keunggulan dan kelemahan.
Intelligensi yang dominan saya
miliki adalah Intelligensi Intrapersonal dan intelligensi musical. Intelligensi
intrapersonal adalah kemampuan untuk memahami diri sendiri dan intellingensi
musical adalah kemampuan berpikir atau sensitive terhadap nada, melodi, irama,
dan suara ( pendengar yang sensitive ). Terdapat beberapa cara untuk
mengembangkan kemampuan-kemampuan tersebut yaitu :
Intelligensi Intrapersonal, dengan
cara :
-
Memahami
diri sendiri dan selalu memandang positif terhadap diri sendiri
-
Mencatat
ide-ide dan pengalaman yang pernah terjadi
-
Menggunakan
imajinasi dalam mendeskripsikan atau memikirkan sesuatu
-
Merasa
yakin akan pikiran dan perasaan sendiri
-
Memiliki
serta mengembangkan hobi dan minat dalam diri
Intelligensi Musikal, dengan cara:
-
Sering
mendengarkan tape recorder
-
Berlatih
memainkan alat music
-
Berlatih
untuk membuat music dan irama dengan menggunakan suara dan instrument sederhana
-
Menonton
pertunjukan atau konser music
-
Berlatih
membuat lagu sendiri
Motivasi
Istilah
Motivasi berasal dari kata kerja Latin Movere (Menggerakan). Sedangkan
secara umum Motivasi adalah suatu proses diinisiasikannya dan dipertahankannya
aktivitas yang diarahkan pada pencapaian tujuan. Motivasi merupakan sebuah
proses ketimbang sebuah hasil, yang dimaksud dengan sebuah proses yaitu kita
tidak secara langsung mengobservasi motivasi, melainkan kita menyimpulkan
motivasi dari berbagai tindakan (misalnya pilihan tugas, usaha, kegigihan) dan
verbalisasi (misalnya “saya sungguh ingin mengerjakan tugas ini”). Mengawali
pencapaian sebuah tujuan merupakan proses penting dan sering kali sulit, karena
proses ini melibatkan pembentukan sebuah komitmen dan pelaksanaan langkah pertama.
Akan tetapi, proses-proses motivasi sangatlah penting dalam mempertahankan
tindakan. Banyak tujuan besar bersifat jangka panjang, seperti mendapat gelar
pendidikan tinggi. Diantara hal-hal yang kita ketahui tentang motivasi berasal
dari menentukan cara individu-individu merespon kesulitan, masalah, kegagalan,
dan kemunduran yang dihadapi ketika diri mereka mengejar pencapaian tujuan
jangka panjang. Proses-proses motivasi seperti pengharapan, persepsi penyebab,
emosi dan efek membantu individu mengatasi kesulitan dan mempertahankan
motivasi. Pada motivasi terdapat motivasi internal dan eksternal, yang
didalamnya terdiri dari beberapa factor yang dapat mempengaruhi diri untuk
belajar. Motivasi internal yang mempengaruhi diri saya dalam belajar pada jurusan
ini adalah dapat mendirikan sekolah, dapat memperbaiki dan memajukan pendidikan
di Indonesia, dengan mempelajari kurikulum, analisis kondisi pendidikan, dan
lain-lain yang dipelajari di jurusan ini, dapat menjadi seseorang yang
berpengaruh dalam dunia pendidikan, dan dorongan yang selalu merasa senang
dalam mengerjakan tugas-tugas serta aktivitas yang ada. Motivasi eksternal yang
mempengaruhi saya dalam belajar adalah meyakini bahwa apa yang saya kerjakan
akan menyebabkan atau menghasilkan berbagai konsekuensi yang diinginkan,
seperti mendapatkan nilai yang bagus, dekat dengan dosen, terhindar dari
masalah hukuman, dan mendapat IPK yang baik.
Teori Belajar yang sesuai dengan
Jurusan
Teori Belajar Kognitivisme merupakan ilmu pengetahuan dibangun
dalam diri seseorang melalui proses interaksi yang berkesinambungan dengan
lingkungan. Teori ini lebih menekankan proses belajar dari pada hasil belajar.
Aliran kognitivistik belajar ini tidak hanya sekedar melibatkan Antara
stimulus-respons, tetapi melibatkan proses berpikir yang sangat kompleks.
Proses ini tidak berjalan terpatah-patah, terpisah-pisah, tapi melalui proses
mengalir, bersambung-sambung, dan menyeluruh. Menurut psikologi kognitif,
belajar dipandang sebagai suatu usaha untuk mengerti sesuatu, usaha itu
dilakukan secara aktif oleh sisa. Menurut saya teori belajar kognitivisme ini
cocok digunakan di jurusan Manajemen Pendidikan karena ilmu-ilmu yang
dipelajarinya saling berkesinambungan satu sama lain, yang sama-sama membahas
tentang persoalan pendidikan.
Aliran Behaviorisme
Behaviorisme adalah pandangan yang menyatakan bahwa perilaku harus
dijelaskan melalui pengalaman yang dapat diamati, bukan dengan proses mental.
Adapun ciri-ciri guru yang beraliran behaviorisme, yaitu :
-
Guru
yang selalu tersenyum saat muridnya melakukan tindakan positif
-
Guru
yang selalu merasa senang terhadap murid-muridnya
- Guru
yang selalu mengajarkan murid-muridnya dengan metode yang menyenangkan seperti
diadakannya game disela-sela pembelajaran
-
Guru
yang selalu memberi perhatian dan kehangatan pada murid-muridnya
Aliran Humanisme
Humanisme
yaitu aliran yang bertujuan untuk memanusiakan manusia.
Adapun ciri-ciri guru yang beraliran
Humanisme, yaitu :
- Guru
yang selalu mempunyai inovasi atau metode baru dalam proses pembelajaran
- Guru
yang sering menggunakan metode diskusi
- Guru
yang memberikan kebebasan kepada muridnya untuk melakukan eksperimen, sehingga
mereka dapat menemukan sendiri sesuatu yang baru dari mata pelajaran tersebut.
-
Guru
yang sabar, tidak memberi teguran yang keras maupun kasar terhadap
murid-muridnya.
Daftar Referensi
Syah, Muhibbin. 2014. Psikologi
Pendidikan dengan Pendekatan Baru, Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Santrock, W. John. 2010. Psikologi
Pendidikan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Schunk, H. Dele, dkk. 2012. Motivasi
dalam Pendidikan: Teori, Penelitian dan Aplikasi. Jakarta: PT Indeks.
Siregar, Eveline dan Hartini Nara.
2010. Teori Belajar dan Pembelajaran. Bogor: Ghalia Indonesia.
Iam Irham, http://www.academia.edu/9035796/manfaat_psikologi_dalam_dunia_pendidikan_makalah_sekolah_tinggi_agama
_islam_negeri_syekh_abdurrahman_shiddiq_bangka_belitung_2014_2015.di akses Oktober
2014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar